SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM (SPI)
1.
SPI adalah Suatu cabang ilmu
pengetahuan yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan PI baik
dari segi ide-ide, konsep, lembaga maupun oprasionalisasi sejak zaman nabi
Muhammad hingga saat ini
2.
RUANG
LINGKUP SPI (1) bermula sejak masa Nabi Rasulullah SAW sampai saat ini.adapun
objek kajiannya :
ü Tokoh PI ,perjalanan dan upayanya
ü Kendala-kendala PI
ü Keterlibatan Pemerintah terhadap PI
3.
KEGUNAAN
MEMPELAJARI SPI (1) Mengetahui dan
memahami pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam, sejak zaman lahirnya
sampai masa sekarang ,guna memecahkan problematika PI pada masa kini ; Memiliki sikap positif terhadap
perubahan-perubahan dan pembaharuan-pembaharuan sistem PI.
4.
PERIODESASI
SPI
1. masa hidupnya Nabi Muhammad SAW (571-632 M)
2. masa Khalifaur Rasyidin di Madinah ( 632-661 M)
3. masa kekuasaan Umawiyah di Damsyik (661-750 M)
4. masa kekuasaan Abbasiyah di Baghdad ( 750-1250)
5. masa
dari jatuhnya kekuasaan Khalifah di Bagdad tahun 1250 M s/d sekarang
SPI
Indonesia
1.
Fase datangnya Islam di Indonesia
2.
Berdirinya Kerajaan2 Islam
3. penjajahan
belanda
4.
penjajahan jepang
5.
Indonesia Merdeka/Orde lama
6.
Orde baru
5.
GAMBARAN
PENDIDIKAN ISLAM MASA RASULULLAH
terbagi menjadi 2 periode yaitu makkah dan madinah : Intinya pendidikan dan pengajaran yang diberikan Nabi
selama di Makkah ialah pendidikan keagamaan dan akhlak (Aqidah). Sedangkan selama di Madinah ,Ajaran islam yang berkenaan dengan
kehidupan masyarakat (Syariah) . Nabi Muhammad juga mempunyai
kedudukan, bukan saja sebagai kepala agama, tetapi juga sebagai kepala Negara.
6.
GAMBARAN
PENDIDIKAN ISLAM MASA SAHABAT
Masa Khalifah Abu Bakar as-Shiddiq ; Pola pendidikan
pada masa Abu Bakar masih seperti pada masa Nabi, baik dari segi materi maupun
lembaga pendidikannya.lembaga
Kuttab (lembaga
belajar baca dan tulis) dibentuk .tenaga pendidik
adalah para sahabat rasul terdekat.
Masa
Khalifah Umar bin Khattab ; Pelaksanaan pendidikan di masa Khalifah Umar bin Kattab
lebih maju . masjid sebagai pusat pendidikan ; Para sahabat yang berpengaruh
dan dekat dengan Rasulullah yang tidak diperbolehkan meninggalkan Madinah ; terbentuk
pusat-pusat
pendidikan Islam dengan materi yang dikembangkan .gaji para pendidik waktu itu diambilkan dari
daerah yang ditaklukan dan dari baitulmal.
Masa Khalifah Usman bin Affan ; Pendidikan di
masa ini hanya melanjutkan apa yang telah ada, namun hanya sedikit terjadi
perubahan yang mewarnai pendidikan Islam. pada masa ini para sahabat memilih
tempat yang mereka inginkan untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat.pemerintah
tidak mengangkat guru-guru, para pendidik melaksanakan tugasnya hanya dengan
mengharapkan keridhaan Allah.
Masa Khalifah Ali bin Abi Thalib ; Dengan kericuhan politik pada masa Ali berkuasa, kegiatan
pendidikan Islam mendapat hambatan dan gangguan. Pada saat itu ali tidak sempat
lagi memikirkan masalah pendidikan sebab keseluruhan perhatiannya itu
ditumpahkan pada masalah keamanan dan kedamaian bagi seluruh masyarakat Islam.
7.
GAMBARAN
PENDIDIKAN ISLAM MASA MASA UMAYYAH
·
Masa
khalifah Umar bin Abdul Aziz (9-10 H) : pembukuan Hadis,
·
Pengelolaan
pendidikan dilakukan secara Desentralisasi , Para lulusan pada Umayyah di sebut
sebagai “Tabi’in” cthnya : Hasan Al-Basri : ahli fikih dan tasawuf yang kuat
hafalannya .
·
tanda
berkembangnya pendidikan idlam dimasa itu :
Kelembagaan
Pendidikan Pada Dinasti Umayyah
ü Istana; mengajarkan ilmu pengetahuan umum dan juga
mengajarkan tentang kecerdasan jiwa, dan raga anak.
ü Badiah; program “Arabisasi” oleh khalifah
Abdul Malik ibn Marwan.Badiah artinya dusun badui di padang sahara yang didalam
terdapat bahasa arab yang masih fasih murni sesuai kaidah bahasa arab.
ü Perpustakaan; jantung sebuah lembaga pendidikan.
tempat menyimpan buku juga untuk melakukan kegiatan belajar-mengajar. Al-Hakam Ibn Nasir (350 H /961 M) misalnya
mendirikan perpustakaan besar di Kordova.
ü Al-Bimaristan ; rumah sakit sekaligus tempat melakukan magang dan
penelitian bagi calon dokter . Khalid
ibn Yazid memerintahkan para sarjana yunani yang ada di mesir untuk
menerjemahkan buku kimia dan kedokteran ke dalam bahasa arab. Inilah kegiatan
penerjemahan pertama dalam islam .
Pendidik
Pada Dinasti Umayyah
Istana ;
Al-Muaddib (pendidik ilmu agama (Al-Qur’an, Al-Hadis, dan Fikih) yang terdiri
dari para ulama , pendidik, ilmu bahasa dan sastra yang terdiri dari para ahli
bahasa, para pendidik di bidang keterampilan). Badiah
; para ahli bahasa dan sastra.Perpustakaan ; para penulis buku dan penerjemah. Al-Bimaristan ; para dokter dan tenaga medis.
8.
GAMBARAN
PENDIDIKAN ISLAM MASA ABBASIYAH
·
Zaman Keemasan Islam
Lembaga-Lembaga Pendidikan Pada Masa
Bani Abbasiyah
1) Kuttab Sebagai Lembaga Pendidikan Dasar
2) Pendidikan Rendah di Istana ; Orang tua siswa memilih pelajaran
untuk anak didiknya.
3) Toko-toko Buku
4)
Rumah Sakit
5)
Perpustakaan ; Baitul Hikmah di Baghdad didirikan khalifah
Al-Rasyid
6)
Masjid ; di lengkapi fasilitas untuk pendidikan,
didukung pemerintah.
7)
Rumah-Rumah Para Ulama’ (Ahli Ilmu
Pengetahuan) ; Ibnu Sina, Al-Gazali,
8)
Madrasah ;
Madrasah pertama ; al-Baehaqiyah di
kota Naisabur.
Kemajuan Pendidikan Islam Pada Masa Bani Abbasiyah
puncak
keemasan dan apa saja tanda kemajuan pendidikan islam masa
Kemajuan
di bidang Ilmu Pengetahuan
a)
Agama
: Masa ini melahirkan ulama-ulama besar dan karya-karya yang agung dalam
berbagai bidang ilmu agama.
b)
Tafsir : penafsiran secara sistematis, berangkai dan
menyeluruh serta terpisah dari hadis. muncul aliran tafsirnya seperti
Ahlussunah, Syiah, dan Mu’tazilah.Corak tafsir : Pertama, Tafsir Bi
Al Ma’tsur, yaitu penafsiran al quran berdasarkan sanad dan periwayaatan Al
Quran. Tokohnya adalah Al Subhi (w.127 H) Muqatil Bin Sulaiman (w.150 H) dan
Muhammad Bin Ishaq. Kedua, Tafsir Bi Al Ro’yi, yaitu
penafsiran berdasarkan ijtihad. Tokohnya adalah Abu Bakar Al Asham (w 240 H)
dan Abu Muslim Al Asfahani (w. 322 H).
c)
Hadis ; Pengkodifikasian
hadis sebelum masa Abbasiyah dilakukan tanpa mengadakan penyaringan,para ulama
islam menyaring hadis-hadis Rasulullah agar diterima sebagai sumber hukum ,
dengan melakukan kritik terhadap sanad hadis. Metode kritik inilah yang
merupakan dasar munculnya kualitas hadis shahih, hasan, dhaif.Para ulama yang
terkenal adalah Imam Bukhari, Abu Muslim al-Jajjaj, Ibnu Majjah, Abu Daud, al-Turmudzi,
dan al-Nasai. Karya mereka dikenal dengan nama
Kutub As Sittah.
d)
Ilmu Kalam
; lahir karena dorongan untuk membela islam dengan pemikiran-pemikiran filsafat
dari serangan orang kristen yahudi yang mempergunakan senjata filsafat, dan
untuk memecahkan persoalan agama dengan kemampuan pikiran dan ilmu pengetahuan.
Pada masa ini muncul ulama-ulama besar dibidang ilmu kalam, yaitu Abi Huzail Al
Allaf Al Baqilani, Al Juwaini, Al Ghozali dan Al Maturidi.
e)
Ilmu Fikih ; Pada
masa ini terdapat empat imam madzhab yang ulung ketika masa itu. Mereka adalah
Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal.
Kemajuan
Ilmu Umum
a)
Filsafat ; hasil integrasi antara islam
dengan kebudayaan klasik Yunani yang terdapat di Mesir, Suria dan Persia, dan mulai
berkembang pada masa Khalifah Harun Al Rasyid dan Al Ma’mun. Tokoh filosof
muslim yang tekenal adalah Ya’kub bin Ishaq al Kindi.
b)
Kedokteran ; mencapai puncak tertinggi dengan melahirkan
dokter yang terkenal, yaitu Yuhannah bin Musawaih (w. 242 H). Pada masa ini
telah banyak buku-buku kedokteran, karangan dalam bentuk ensiklopedi yang
diterjemahkan dalam bahasa latin, dan sebagainya.
c)
Astronomi ; Al Fazzari yang pertama kali menyusun
Atrolaber (Alat yang dahulu dipakai sebagai pengukur tinggi bintang), Al
Fargani yang telah mengarang ringkasan ilmu astronomi yang kemudian
diterjemahkan kedalam bahasa latin.
d)
Ilmu Pasti / Matematika ; Ilmu ini dibawa oleh ilmuan india
pada masa khalifah Mansur dalam buku Sindahind, dan diterjemahkan oleh al
Fazzari, yang memperkenalkan sistim angka Arab dan angka nol yang kemudian
dikembangkan lagi oleh Al Khawarizmi dan Habash yang memuat tabel angka-angka
dan kemudian menyusun buku tentang berhitung dan aljabar. Karya yang terkenal
adalah Hisab Aljabar wa Al Mukabalah.
e)
Geografi ; Pada masa Abbasiyah Perlawatan Kaum
muslimin telah sampai ke India, Srilangka, Malaysia, Indonesia, Cina, dan lain
lain. Dari perjalanan tersebut kaum muslimin berusaha melukiskan selengkapnya
ihwal negeri-negeri yang dilihatnya sehingga melahirkan geografi islam ternama.
Mereka adalah Ibn Khardazabah dengan karyanya al Masalik wa al Mamalik, ibn Al
Haik dengan karyanya al Ikli, dan sebagainya.
Kemajuan
di bidang Teknologi
Pada
tahun 765 M fakultas kedokteran pertama
didirikan oleh Jurjis Ibnu Naubakht. Sekitar tahun 990 M Ibnu Firnas (Armen
Firman) seorang ilmuwan dari Andalusia (Spanyol menciptakan sebuah alat terbang
seperti sayap kelelawar . inilah yang menginspirasi Wright Bersaudara
menciptakan pesawat terbang pada awal abad 19.
9.
GAMBARAN
PENDIDIKAN ISLAM MASA TURKI USMANI
Sultan Salim memerintahkan, supaya
kitab-kitab diperpustakaan , ulama-ulama dan barang-barang yang berharga di
Mesir dipindahkan ke Istanbul. Mesir
menjadi mundur dalam ilmu pengetahuan dan pusat pendidikan berpindah ke Istanbul,
tempat kedudukan Sultan dan Khalifah. Sultan Salim wafat, lalu
digantikan oleh anaknya Sultan Sulaiman Al-Qanuni (926-974 H. =
1520-1566 M). Pada masa Sultan Sulaiman itu kerajaan Utsmaniyah sampai
kepuncak kebesaran dan kemajuan yang gilang gemilang dalam sejarahnya. Laut
putih tengah, laut hitam, dan laut merah semua dalam kekuasaannya. Luas
negaranya dari Makkah ke Budapes dan dari Baghdad ke Aljajair.
Tetapi sesudah wafat Sultan Sulaiman kerajaan Utsmaniyah mulai
mundur sedikit demi sedikit.
1.
Tingkat Rendah (S.R.) 5 tahun
2. Tingkat Menengah (S.M.P.) 3 tahun
3.
Tingkat Menengah Atas (S.M.A.) 3 tahun
4. Tingkat tinggi (Universitas) 4 tahun
Dikelas
IV dan V S.R. diajarkan ilmu Agama jika mendapatkan izin dari orang tua murid.
Begitu juga diajarkan agama dikelas III Sekolah Menengah (S.M.P.).
Ulama-ulama
yang Termashur Pada Masa Utsmaniyah Turki
1.
Syeikh Hasan Ali Ahmad As-Syafi’I yang dimasyhurkan dengan Al-Madabighy,Jam’ul
Jawami dan syarah Ajrumiyah (wafat tahun 1170 H. = 1756M.) pengarang
hasiyah
2. Ibnu Hajar
Al-Haitsami (wafat
tahun 975H. = 1567M.) pengarang Tuhfah.
3.
Syamsuddin Ramali
(wafat tahun 1004H. = 1959H.) pengarang Nihayah.
4. Muhammad bin Abdur
Razak, Murtadla
Al-Husainy Az-Zubaidy, pengarang syarah Al-Qamus, bernama Tajul
Urus (wafat tahun 1205H. = 1790M.)
sebab-sebab
banyaknya berdiri madrasah pada saat itu adalah sebagai berikut:
1.
Untuk mengambil hati rakyat
2. Untuk mengharapkan pahala dan
ampunan dari Tuhan.
3.
Untuk memelihara kehidupan anaknya.
4. Untuk memperkuat aliran keagamaan
bagi sultan atau pembesar .
Perpustakaan
Pada Masa Utsmaniyah Turki
Utsmaniyah
Turki, masa kemunduran
pendidikan dan pengajaran Islam, perpustakaan sangat berkurang, hanya terdapat
di Istambul dan sedikit di Mesir, Damsyik, Halab, dan Qudus.
Jumlah perpustakaan kurang lebih 26 buah, 22 buah di Istambul dan 4 buah
diluarnya. Jumlah kitab dalam perpustakaan itu kurang lebih 30.000 kitab.
10.
KAPAN
PENDIDIKAN ISLAM MUNDUR, MENGAPA?
Gejala
Kemunduran pendidikan Islam setelah abad 13 M yang ditandai dengan terus
melemahnya pemikiran Islam sampai Abad 18 M dan serangan orang-orang Tartar dan
Mongol pada masa pertengahan abad ke 13, titik awal kemunduran; Jatuhnya kota
Baghdad di tangan Hulagu Khan pada tahun 1250 M. .Dengan membumihanguskan kota
Baghdad berikut kekayaan intelektual yang ada didalamnya, maka berakhirlah
kebesaran pemerintahan Islam masa lalu, baik dalam wilayah kekuasaan maupun
intelektual dan krn stagnasi pemikiran umat Islam.Perpecahan, Perebutan kekuasaan
dan pengaruh dalam keluarga Abbasiyah sendiri. • Gaya Hidup yang berlebihan
oleh sebahagian khalifah bahkan diikuti oleh keluarga. • Kelemahan sebagahagian
dari para khalifah. • Pada masa tertentu Khalifah hanya sebagai lambang. •
Persaingan dan pertentangan antar unsur Arab, Persia dan Turki. • Perpecahan
yang disebabkan perbedaan Mazhab
Faktor
Extern hancurnya Baghdad : • Berkembangnya ajaran theologi Asy’ari dan tasawuf
al Ghazali, yang mengajarkan tawakkal dan fatalisme. • Dominannya pengaruh
turki di dunia Islam. • Serangan Mongol ke Baghdad • Perang Salib.
11.
BAGAIMANA PANDANGAN PARA AHLI MENGENAI TOKOH YANG
DIANGGAP MEMBERIKAN PENGARUH TERHADAP KEMUNDURAN PENDIDIKAN ISLAM? Ibn
al-Thiqthaqa (w. 1309 M), yang telah menyaksikan runtuhnya kekhalifahan
Abbasiyah dan hancurnya Baghdad tahun 1258 M, menyatakan dalam kitabnya
“Al-Fakhr fi al-Adab al-Sulthaniyyah” bahwa jatuhnya Baghdad disebabkan oleh
gaya hidup khalifah al-Musta’shim. Ia menulis : “Khalifah terakhir Abbasiyah,
al-Musta’shim, suka berfoya-foya dan berpesta-pesta. Majelisnya tidak pernah
sepi dari kehidupan seperti itu. Para hulubalangnya juga serupa. Hanya rakyat
yang sering mengingatkannya agar ia sadar. Rupanya kegagalan Mongol dalam
menyerang Baghdad pada tahun 1245 M dan 1249 M telah membuat sang khalifah
semakin lupa diri. Akibatnya pasukannya pun tidak terurus dan tidak
terlatih.Dan yang paling ironis adalah pada saat Hulagu mengirim utusan kepada
Badrudin Lu’lu’ (penguasa kerajaan Mosul saat itu) untuk meminta senjata guna
menyerang Baghdad, justru khalifah Musta’shim pada saat yang sama mengirim
surat kepada Badrudin untuk meminta wanita penghibur. Sehingga Badruddin
berkata: “Menangislah kalian, tangisilah Islam dan umatnya.” Dan al-Musta’shim
juga dikenal dengan kekikirannya. sehingga banyak dari pasukannya—yang tidak
diberi gaji—melarikan diri dan bergabung dengan kerajaan Syam
12.
SIAPA
TOKOH YANG DIANGGAP BERPENGARUH TERHADAP KEMUNDURAN PENDIDIKAN ISLAM? PENDAPAT
MU?
13.
TULISLAH
GAMBARAN MASUKNYA PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA POTRET SUMATERA DAN JAWA?
Islam untuk pertama kalinya telah
masuk ke Indonesia pada abad ke-7 M, dan langsung dari Arab.,Daerah yang
pertama kali didatangi oleh Islam adalah pesisir Sumatera, adapun
kerajaan Islam yang pertama adalah di Pasai.
Di Jawa, Islam masuk melalui pesisir utara Pulau Jawa
ditandai dengan ditemukannya makam Fatimah binti Maimun bin Hibatullah yang
wafat pada tahun 475 Hijriah atau 1082 Masehi di Desa Leran, Kecamatan Manyar,
Gresik.
14.
BAGAIMANA
GAMBARAN PENDIDIKAN ISLAM DI SULAWESI?
madrasah
(sekolah agama) yang menggunakan sistem klasikal yang dilengkapi dengan bangku,
meja, dan papan tulis, ..Madrasah yang
pertama didirikan adalah Madrasah Ibtidaiyah tahun 1926 dan Tsanawiyah dan madrasah Muallimin.Setelah itu , berkembanglah
madrasah diseluruh Sulawesi sampai ke Sangir Talaud dan Minahasa . Adapun
daerah yang agak besar berdiri pula Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah, seperti di
Majene, Pare-pare, Bone, Singkang, Paloppo, Rappang, Makassar, Bonthain,
Bulukumba, dan Sinjai. Kebanyakan madrasah di Sulawesi pada mulanya
dipimpin oleh guru-gur agama dari Minangkabau dan Yogyakarta. Madrasah yang
cukup terkenal di Sulawesi Selatan adalah madrasah Amiriyah Islamiyah di Bone. Mata pelajaran yang
diberikan di madrasah ini meliputi pelajaran agama dan pelajaran umum. Tokoh
yang cukup berpengaruh dalam mengembangkan pendidikan Islam di Sulawesi, antara
laina dalah Syekh H. M. As’ad bin H. A. Rasyad Bugis. Madrasah yang
didirikannya bernama Wajo
Tarbiyah Islamiyah yang dikemudian hari berubah menjadi Madrasah As’adiyah.
15.
BAGAIMANA
KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM DIINDONESIA PADA MASA ORDE LAMA?
ü
Pendidikan
Islam tidak hanya diajarkan di madrasah dan pesantren saja , melainkan sudah
pula diajarkan disekolah umum yang didasarkan pada surat keputusan bersama
antara Kementrian Agama dan Kementrian Pendidikan , Pengajaran dan
Kebudayaan(PP&K).
ü Keberadaan pendidikan agama pada
sekolah umum didiskriminatifkan dan dianggap sebagai barang titipan , dan pihak
penyelenggara sekolah umum menganggap pendidikan agama sebagai bukan tugasnya,
dan terasa sebagai beban yang memberatkan.Akibat hal ini maka muncul gagasan
dari pada elit politik penguasa untuk memasukkan urusan pendidikan agama yang
selama ini ada di kementrian agama di serahkan pembinaan dan pengembangannya
kepada kementrian PP & K.Namun upaya ini tidak berhasil dilaksanakan , dan
sebagai jalan keluarnya maka tahun 1950 antara Kementrian Agama dan Kementrian
PP & K membuat surat keputusan bersama mengenai hal diatas.
ü Lahir lembaga pendidikan islam baru
yang sebelumnya tidak ada seperti Pendidikan Guru Agama(PGA), Pendidikan Hakim
Islam Negeri (PHIN). Madrasah Wajib Belajar (MWB), dan sebagainya.Kesempatan
ini digunakan masyarakat muslim Indonesia untuk mendirikan lembaga-lembaga
pendidikan islam, sehingga pada tahun 1945 madrasah berkembang menjadi 849
buah, dengan murid sebanyak 2.017 .
ü Kebijakan pemerintah masa ini dalam
bidang pendidikan islam secara umum sudah ada , namun, dalam batas minimal dan
belum menggembirakan, karena (1) adanya perang mempertahankan kemerdekaan RI
yang menguras tenaga , waktu, pikiran, harta benda dan nyawa;(2) adanya wilayah
Indonesia yang belum terintegrasi sepenuhnya kepangkuan ibu pertiwi , seperti
Irian Jaya; (3) adanya sebagian elite Muslim yang berseberangan dengan
pemerintah menyebabkan terjadinya ketegangan dan konflik yang selanjutnya
menghalangi perhatian pemerinta terhadap pendidikan islam.
16. BAGAIMANA KEBIJAKAN PEMERINTAH
TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM DIINDONESIA PADA MASA ORDE BARU
ü kebijakan tahun 1967 sebagai respons terhadap TAP MPRS
No. XXVII tahun 1966 dengan melakukan formalisasi dan strukturisasi Madrasah.
Dalam dekade 1970-an madrasah terus dikembangkan untuk memperkuat
keberadaannya, namun kebijakan pemerintah terkesan berupaya untuk mengisolasi
madrasah dari bagian sistem pendidikan nasional.
ü kebijakan berupa keputusan presiden nomor 34 tanggal
18 April tahun 1972 tentang tanggung
jawab fungsional pendidikan dan latihan. Isi keputusan ini mencakup tiga hal :
1. Menteri pendidikan dan
kebudayaan bertugas dan bertanggung jawab atas pembinaan pendidikan umum dan kebijakan
2. Menteri tenaga kerja
bertugas dan bertanggung jawab atas pembinaan dan latihan keahlian dan kejuruan
tenaga kerja akan pegawai negeri
3. Ketua lembaga
Administrasi Negara bertugas dan bertanggung jawab atas pembinaan pendidikan
dan latihan khusus untuk pegawai negri.
ü kepres No 34 Tahun 1972 ini di pertegas oleh inpres No
15 tahun 1974 yang mengatur operasionalnya. Dalam TAP MPRS Nomor XVII Tahun
1966 dijelaskan “agama merupakan salah satu unsur mutlak dalam pencapaian
tujuan nasional. Persoalan keagamaan dikelola oleh Departemen Agama, sedangkan
madrasah dalam TAP MPRS Nomor 2 Tahun 1960 adalah lembaga pendidikan otonom di
bawah bawah pengawasan Menteri Agama”. Dari ketentuan ini, Departemen Agama
menyelenggarakan pendidikan madrasah tidak saja bersifat keagamaan dan umum,
tetapi juga bersifat kejuruan.
ü keputusan presiden No. 34 Tahun 1972 dan impres 1974,
penyelenggraan pendidikan dan kejuruan sepenuhnya berada di bawah tanggung
jawab MENDIKBUD.
17.
BAGAIMANA
AS’ADIYAH MEMBERI CORAK TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA LHUSUSNYA DI
SULAWESI SELATAN
mampu melakukan perubahan dan menggerakkan masyarakat
ke arah yang lebih baik dan Anregurutta As'ad
adalah topanrita karena kemampuannya melakukan perubahan dalam masyarakat
dengan adanya lembaga pendidikan As'adiyah. KH. Muhammad Yunus Maratang
dianggap kharismatik. Karena kemampuannya yang luar biasa mengembangkan
As'adiyah dan membangun Mesjid Agung Ummul Qura' Sengkang disamping masjid
Belawa. KH. Ambo Dalle dianggap kharismatik karena kemampuannya menggerakkan
segala potensi yang dimiliki masyarakat, sehingga Darud Da'wah wal Irsyad (DDI)
bisa berdiri dan berkembang hingga kini. KH. Daud Ismail juga termasuk
topanrita karena kemampuannya mempertahankan independensi pribadinya terhadap
berbagai kekuatan politik, serta ia mampu menggerakkan potensi yang ia miliki
untuk tetap mempertahankan struktur syara' di Daerah Soppeng.Topanrita inilah
yang memungkinkan ajaran-ajaran Ahlusunnah wal Jama'ah diterima dengan baik di
kalangan masyarakat Bugis – Makassar, tanpa adanya benturan-benturan yang
mengganggu tatanan dan keseimbangan dalam masyarakat.
18. SIAPA TOKOH ISLAM YANG ANDA KAGUMI
DI INDONESIA DAN KEMUKAKAN ALASANNYA.
K. H. Hasyim Asy’ari
karena karaya K.H. Hasyim Asy’ari yang sangat monumental yaitu kitab Adab al-alim wal Muta'allim fi maa yahtaju
Ilayh al-Muta'allim fi Ahwali Ta'alumihi wa maa Ta'limihi (Etika Pengajar
dan Pelajar dalam Hal-hal yang Perlu Diperhatikan oleh Pelajar Selama Belajar) yang
dicetak pertama kali pada tahun 1451 H. Kitab tersebu terdiri dari 8 bab, yaitu
keutamaan ilmu serta keutamaan mengajar, etika yang harus diperhatikan dalam
belajar mengajar, etika seorang murid terhadap guru, etika murid terhadap
pelajaran, etika yang harus dipedomani oleh guru, etika guru ketika akan
mengajar, etika guru terhadap murid-muridnya dan etika terhadap buku Kitab ini
mencerminkan tentang perhatian besarnya terhadap pendidikan islam,beliau juga
merupakan pendiri Nahdlatul Ulama, organisasi
massa Islam yang terbesar di Indonesia. Di kalangan Nahdliyin dan ulama pesantren ia
dijuluki dengan sebutan "Hadratus Syeikh" yang berarti maha guru..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar