Mata Kuliah :
Sejarah Pendidikan Islam
Jurusan : PAI V
B
Dosen : A.Imran Syuaeb M.Pd.I
RESUME


Kelompok I:
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)
AS’ADIYAH FAKULTAS TARBIYAH SENGKANG KAB.WAJO
1.Pengertian Sejarah
Kata sejarah secara etimologi dapat
diungkapkan dalam bahasa Arab yaitu Tarikh, sirah atau ilmu tarikh, yang
maknanya ketentuan masa atau waktu, sedang ilmu tarikh berarti ilmu yang
mengandung atau yang membahas penyebutan peristiwa dan sebab-sebab terjadinya
peristiwa tersebut. Dalam bahasa inggris sejarah dapat disebut dengan history
yang berarti uraian secara tertib tentang kejadian-kejadian masa lampau (orderly
descriphon of past even)
Adapun secara terminologi berarti
sejumlah keadaan dan peristiwa yang terjadi di masa lampau dan benar-benar
terjadi pada diri individu dan masyarakat sebagaimana benar-benar terjadi pada
kenyataan-kenyataan alam dan manusia1. Sedangkan pengertian yang
lain sejarah juga mencakup perjalanan hidup manusia dalam mengisi perkembangan
dunia dari masa ke masa karena sejarah mempunyai arti dan bernilai sehingga
manusia dapat membuat sejarah sendiri dan sejarah pun membentuk manusia2.
2. Pengertian Pendidikan Islam
2. Pengertian Pendidikan Islam
Pendidikan Islam yaitu suatu proses
bimbingan dari pendidik terhadap perkembangan jasmani, rohani, dan akal peserta
didik ke arah terbentuknya pribadi muslim yang baik3. Karena ia
merupakan sebagai alat yang dapat difungsikan untuk mengarahkan pertumbuhan dan
perkembangan hidup manusia (sebagai makhluk pribadi dan sosial) kepada titik
optimal kemampuannya untuk memperoleh kesejateraan hidup di dunia dan
kebahagiaan hidup di akhirat. Dalam hal ini, maka kedayagunaan pendidik sebagai
alat pembayaran sangat bergantung pada pemegang alat kunci yang banyak
menentukan keberhasilan proses pendidikan4, yang telah berkembang di
berbagai daerah dari sistem yang paling sederhana menuju sistem pendidikan
islam yang modern. Dalam perkembangan pendidikan islam didalam sejarahnya
menunjukan perkembangan dalam subsistem yang bersifat operasional dan teknis
terutama tentang metode, alat-alat dan bentuk kelembagaan adapun hal yang
menjadi dasar dan tujuan pendidikan islam tetap dapat dipertahankan sesuai
dengan ajaran islam dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah5.
Pendidikan Islam menurut Zakiah
Drajat merupakan pendidikan yang lebih banyak ditunjukkan kepada perbaikan sikap
mental yang akan terwujud dalam amal perbuatan, baik bagi keperluan diri
sendiri maupun orang lain yang bersifat teoritis dan praktis6.
Dari berbagai pengertian pendidikan
islam dapat kita simpulkan bahwa pendidikan islam adalah proses bimbingan dari
pendidik yang mengarahkan anak didiknya kepada perbaikan sikap mental yang akan
terwujud dalam amal perbuatan dan terbentuknya pribadi muslim yang baik.
3. Pengertian Sejarah Pendidikan Islam
Dari pengertian sejarah dan
pendidikan islam maka dapat dirumuskan pengertian tentang sejarah pendidikan
islam atau tarihut Tarbiyah islamiyah dalam buku Zuhairini yaitu:
1. Keterangan
mengenai pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam dari waktu ke waktu yang
lain, sejak zaman lahirnya islam sampai dengan masa sekarang.
2. Cabang
ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan
pendidikan islam, baik dari segi ide dan konsepsi maupun segi institusi dan
operasionalisasi sejak zaman nabi Muhammad saw sampai sekarang7.
Dra. Hasbullah merumuskan bahwa sejarah
pendidikan islam yaitu:
1. Catatan
peristiwa tentang pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam dari sejak
lahirnya sampai sekarang.
2. Suatu
cabang ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan
pendidikan islam baik dari segi gagasan atau ide-ide, konsep, lembaga maupun
opersinalisasi sejak zaman nabi Muhammad hingga saat ini8.
Dari dua sumber yang merumuskan
sejarah pendidikan islam dapat disimpulkan bahwa kedua penjelasan memiliki
maksud yang sama yaitu peristiwa atau cabang ilmu pengetahuan mengenai
pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam dari segi ide, konsep, lembaga
operasionalisasi dari sejak zaman nabi Muhammad saw sampai sekarang.
4. Ruang Lingkup Sejarah Pendidikan Islam
a. Obyek
Obyek kajian sejarah pendidikan
islam adalah fakta-fakta pendidikan islam berupa informasi tentang pertumbuhan
dan perkembangan pendidikan islam baik formal, informal dan non formal. Dengan
demikian akan diproleh apa yang disebut dengan sejarah serba objek hal ini
sejalan dengan peranan agama islam sebagai agama dakwah penyeru kebaikan,
pencegah kemungkaran, menuju kehidupan yang sejahtera lahir bathin secara
material dan spiritual. Namun sebagai cabang dari ilmu pengetahuan, objek
sejarah pendidikan islam umumnya tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan dalam
objek-objek sejarah pendidikan, seperti mengenai sifat-sifat yang dimilikinya.
Dengan kata lain, bersifat menjadi sejarah serba subjek9.
b. Metode
Mengenai metode sejarah pendidikan
islam, walaupun terdapat hal-hal yang sifatnya khusus, berlaku kaidah-kaidah
yang ada dalam penulisan sejarah. Kebiasaan dari penelitian dan penulisan
sejarah meliputi suatu perpaduan khusus keterampilan intelektual. Sejarahwan
harus menguasai alat-alat analisis untuk menilai kebenaran materi-materi
sebenarnya, dan perpaduan untuk mengumpulkan dan menafsirkan materi-materi
tersebut kedalam kisah yang penuh makna, sebagai seorang ahli, sejarahwan harus
mempunyai sesuatu kerangka berpikir kritis baik dalam mengkaji materi maupun dalam
menggunakan sumber-sumbernya10.Untuk memahami sejarah pendidikan
islam diperlukan suatu pendekatan atau metode yang bisa ditempuh adalah
keterpaduan antara metode deskriptif, metode komparatif dan metode analisis
sistensis.
a.
Metode deskriptif, ajaran-ajaran
islam yang dibawa oleh Rosulullah saw, yang termaktub dalam Al-Qur’an
dijelaskan oleh As-sunnah , khususnya yang langsung berkaitan dengan pendidikan
islam dapat dilukiskan dan dijelaskan sebagaimana adanya. Pada saatnya dengan
cara ini maka yang terkandung dalam ajaran islam dapat dipahami.
b.
Metode komparatif mencoba
membandingkan antara tujuan ajaran islam tentang pendidikan dan tuntunan
fakta-fakta pendidikan yang hidup dan berkembang pada masa dan tempat tertentu.
Dengan metode ini dapat diketahui persamaan dan perbedaan yang ada pada dua hal
tersebut sehingga dapat diajukan pemecahan yang mungkin keduanya apabila
terjadi kesenjangan.
c.
Metode analisis sintensis digunakan
untuk memberikan analisis terhadap istilah-istilah atau pengertian-pengertian
yang diberikan ajaran islam secara kritis, sehingga menunjukkan kelebihan dan
kekhasan pendidikan islam. Pada saatnya dengan metode sintesis dapat diperoleh
kesimpulan-kesimpulan yang akurat dan cermat dari pembahasan sejarah pendidikan
islam. Metode ini dapat pula didayagunakan untuk kepentingan proses pewarisan
dan pengembangan budaya umat manusia yang islami11.
Dalam penggalian dan penulisan sejarah pendidikan
islam ada beberapa metode yang dapat dipakai antaranya:
1.
Metode Lisan dengan
metode ini pelacakan suatu obyek sejarah dengan menggunakan interview
2.
Metode Observasi dalam hal
ini obyek sejarah diamati secara langsung
3.
Metode Documenter dimana
dengan metode ini berusaha mempelajari secara cermat dan mendalam segala
catatan atau dokumen tertulis12.
5. Manfaat Sejarah Pendidikan Islam
Dengan mengkaji sejarah akan bisa
memperoleh informasi tentang pelaksanaan pendidikan islam dari zaman Rosulullah
sampai sekarang mulai dari pertumbuhan, perkembangan, kemajuan, kemunduran, dan
kebangkitan kembali tentang pendidikan islam. Dari sejarah dapat diketahui
segala sesuatu yang terjadi dalam penyelenggaraan pendidikan islam dengan
segala ide, konsep, intitusi, sistem, dan operasionalisnya yang terjadi dari
waktu ke waktu, jadi sejarah pada dasarnya tidak hanya sekedar memberikan
romantisme tetapi lebih dari itu merupakan refleksi historis. Dengan demikian
belajar sejarah pendidikan islam dapat memberikan semangat (back projecting
theory) untuk membuka lembaran dan mengukir kejaya dan kemajuan pendidikan
islam yang baru dan lebih baik. Dengan demikian sejarah pendidikan islam
sebagai study tentang masalah-masalah yang berhubungan dengan sejarah
pendidikan sudah barang tentu sangat bermanfaat terutama dalam rangka
memberikan sumbangan bagi pertumbuhan atau perkembangan pendidikan13.
Secara umum sejarah memegang peranan
penting bagi kehidupan umat manusia. Hal ini karena sejarah menyimpan atau
mengandung kekuatan yang dapat menimbulkan dinamisme dan melahirkan nilai-nilai
baru bagi pertumbuhan serta perkembangan kehidupan umat manusia. Sumber utama
ajaran Islam (Al-Qur’an) mengandung cukup banyak nilai-nilai kesejarahan yang
langsung dan tidak langsung mengandung makna benar, pelajaran yang sangat
tinggi dan pimpinan utama khususnya umat islam. Ilmu tarikh (sejarah) dalam
islam menduduki arti penting dan berguna dalam kajian dalam islam. Oleh karena
itu kegunaan sejarah pendidikan meliputi dua aspek yaitu kegunaan yang bersifat
umum dan yang bersifat akademis14.
Sejarah pendidikan islam memiliki kegunaan
tersendiri diantaranya sebagai faktor keteladanan, cermin, pembanding, dan
perbaikan keadaan. Sebagai faktor keteladanan dapat dimaklumi karena al-Qur’an
sebagai sumber ajaran islam banyak mengandung nilai kesejarahan sebagai
teladan. Hal ini tersirat dalam Al-Qur’an :
ôs)©9 tb%x. öNä3s9 Îû ÉAqßu «!$# îouqóé& ×puZ|¡ym ……
“Sesungguhnya telah ada pada diri Rosulullah itu suri
tauladan yang baik bagimu sekalian ….”( Q.S. Al-Ahzab: 21)
ö@è% bÎ) óOçFZä. tbq7Åsè? ©!$# ÏRqãèÎ7¨?$$sù ãNä3ö7Î6ósã ª!$# öÏÿøótur ö/ä3s9 ö/ä3t/qçRè 3
“Katakanlah: “jika kamu (benar-benar)mencintai Allah,
ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”……(Q.S.
Ali-Imran:31)
çnqãèÎ7¨?$#ur…… öNà6¯=yès9 crßtGôgs? ÇÊÎÑÈ
…. Dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk
(Q.S Al-A’raaf:158)
Berpedoman pada ayat diatas umat
islam dapat meneladani proses pendidikan islam semenjak zaman kerasulan
Muhammad saw, Khulafaur Rasyidin, ulama-ulama besar dan para pemuka gerakan
pendidikan islam.
Sebagai cermin ilmu sejarah berusaha
menafsirkan pengalaman masa lampau manusia dalam berbagai kegiatan. Akan tetapi
sejalan dengan perkembangan bahwa tidak semua kagiatan manusia berjalan mulus
terkadang menemukan rintangan-rintangan tertentu sehingga dalam proses
kegiatannya mendapat sesuatu yang tidak diharapkan, maka kita perlu bercermin
atau dengan kata lain mengambil pelajaran dari kejadian-kejadian masa lampau
sehingga tarikh itu bagi masa menjadi cermindan dapat diambil manfaatnya
khususnya bagi perkembangan pendidikan islam.
Sebagai pembanding, suatu peristiwa
yang berlangsung dari masa ke masa tentu memiliki kesamaan dan kekhususan.
Dengan demikian hasil proses pembanding antara masa silam, sekarang, dan yang
akan datang diharapkan dapat memberi andil bagi perkembangan pendidikan islam
karena sesungguhnya tarikh itu menjadi cermin perbandingan bagi masa yang baru.
Sebagai perbaikan, setelah berusaha
menafsirkan pengalaman masa lampau manusia dalam berbagai kegiatan kita
berusaha pula untuk memperbaiki keadaan yang sebelumnya kurang konstruktif
menjadi lebih konstruktif15.
Adapun kegunaan sejarah pendidikan
islam yang bersifat akademis diharapkan dapat :
a. Mengetahui
dan memahami pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam, sejak zaman lahirnya
sampai masa sekarang.
b. Mengambil
manfaat dari proses pendidikan islam, guna memecahkan problematika pendidikan
islam pada masa kini
c. Memiliki
sikapn positif terhadap perubahan-perubahan dan pembaharuan-pembaharuan sistem
pendidikan islam.
Selain itu sejarah pendidikan islam
akan mempunyai kegunaan dalam rangka pembangunan dan pengembangan pendidikan
islam. Dalam hal ini, sejarah pendidikan islam akan memberikan arah kemajuan
yang pernah dialami sehingga pembangunan dan pengembangan itu tetap berada
dalam kerangka pandangan yang utuh dan mendasar16.
6. Pentingnya dalam Mempelajari Sejarah Pendidikan
Islam
Dari mengkaji sejarah kita dapat
memperoleh informasi tentang pelaksaan pendidikan islam dari zaman Rosulullah
sampai sekarang, mulai dari pertumbuhan, perkembangan, kemajuan, kemunduran dan
kebangkitan kembali dari pendidikan islam. Dari sejarah dapat diketahui
bagaimana yang terjadi dalam penyelenggaraan pendidikan islam dengan segala
ide, konsep, institusi, sistem, dan opersionalnya yang terjadi dari waktu ke
waktu17.
Dalam ajaran islam, pendidikan
mendapatkan posisi yang sangat penting dan tinggi karena pendidikan merupakan
salah satu perhatian sentral (central attention) masyarakat. Pengalaman
pembangunan di negara-negara sudah maju khususnya negara-negara di dunia Barat
membuktikan betapa besar peran pendidikan dalam proses pembangunan.
Tepatnya dikatakan oleh Ghulam nabi
Saqib Education may be used to help modernize a society, education, therefore
is certainly the key to the modernization of muslim societies. Demikian juga
tepat dapat dikatakan Jhon Dewey, pendidikan diartikan sebagai social continuty
of life. Pendidikan juga diartikan, it mo kowly as transmission from some
persons to others of the skills the arts and the science. Adapun Kant,
mengartikan pendidikan sebagai care, discipline and instruction. Oleh karena
itu, peranan pendidik sangat penting dan pendidikan hendaknya memenuhi
kebutuhan masyarakat18.
7. Ilmu yang Erat Kaitannya dengan Sejarah Pendidikan
Islam
Pendidikan islam merupakan warisan
dan perkembangan budaya manusia yang bersumber dan berpedoman ajaran islam
dalam rangka terbentuknya kepribadian utama menurut islam. Munculnya ilmu
pendidikan telah memotivasi umat islam untuk menelusuri perjalanan sejarah
pendidikan islam. Teori-teori yang berkaitan dalam dunia pendidikan besar
gunanya dalam mengumpulkan fakta-fakta sejarah yang selanjutnya menempatkan
fakta-fakta tersebut dalam konteks sejarahnya dengan demikian pembahasan
sejarah pendidikan tidak sekedar menempatkan peristiwa-peristiwa yang berkaitan
dengan perkembangan dan perjalanan pendidikan islam sesuai dengan urutan-urutan
peristiwa. Lebih dari itu sejarah pendidikan islam menuntut pengungkapan
realitas sosial muslim untuk menjawab suatu peristiwa yang terjadi.
Dengan demikian sejarah pendidikan
islam bukanlah ilmu berdiri sendiri namun merupakan bagian dari sejarah
pendidikan secara umum. Sejarah pendidikan merupakan uraian sistematis dari
segala sesuatu yang telah dipikirkan dan dikerjakan dalam lapangan pendidikan
pada waktu yang telah lampau. Sejarah pendidikan menguraikan perkembangan
pendidikan dari dahulu hingga sekarang19. Oleh karena itu, sejarah
pendidikan sangat erat kaitannya dengan beberapa ilmu antara lain:
1. Sosiologi
Interaksi yang terjadi baik antara
individu maupun antara golongan, dimana dalam hal ini menimbulkan suatu
dinamika. Dinamika dan perubahan tersebut bermuara pada terjadinya mobilitas
sosial semua itu berpengaruh pada sistem pendidikan islam. Serta kebijaksanaan
pendidikan islam yang dijalankan pada suatu masa.
2. Ilmu Sejarah
Membahas tentang perkembangan
peristiwa-peristiwa atau kejadian –kejadian penting di masa lampau dan juga
dibahas segala ikhwal “orang-orang besar” dalam struktur kekuasaan dalam
politik karena umumnya orang-orang yang besar cukup dominan pengaruhnya dalam
menetukan sistem, materi, tujuan pendidikan, yang berlaku pada masa itu
3. Sejarah Kebudayaan
Dalam hubungan ini pendidikan
berarti pemindahan isi kebudayaan untuk menyempurnakan segala dan kecakapan
anak didik guna menghadapi persoalan-persoalan dan harapan-harapan
kebudayaannya, pendidikan islam adalah usaha mewariskan nilai-nilai budaya dari
suatu generasi ke generasi selanjutnya. Oleh karenanya mempelajari sejarah
kebudayaan dalam rangka memahami sejarah islam adalah sangat penting20.
4. Periodesasi Sejarah Pendidikan
Islam
Sejarah pendidikan islam pada
hakikatnya tidak terlepas dari sejarah islam. Oleh karenanya, periodesasi
pendidikan islam berada dalam periode-periode sejarah islam itu sendiri. Prof.
Dr. Harun Nasution secara garis membagi sejarah islam kedalam tiga periode
yaitu periode klasik, pertengahan, dan modern21.
Kemudian dalam buku Dra. Zuhairini
dijelaskan bahwa periode-periode tersebut di bagi menjadi lima masa, yaitu:
1. masa hidupnya Nabi Muhammad SAW
(571-632 M)
2. masa Khalifaur Rasyidin di
Madinah ( 632-661 M)
3. masa kekuasaan Umawiyah di
Damsyik (661-750 M)
4. masa kekuasaan Abbasiyah di Baghdad
( 750-1250)
5. masa dari jatuhnya kekuasaan
Khalifah di Bagdad tahun 1250 M s/d sekarang22.
REFERENSI
1 Hasbullah, Sejarah
Pendidikan Islam di Indonesia, Jakarta: PT Raja Garfindo Persada, 1995, h.
1
2 Departemen
Agama, rekontruksi Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, Jakarta: Departemen
Agama RI, 2005, h. 1
3 A. Mustafa,
Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, Bandung: CV Pustaka Setia, 1999, h. 11
4 Armai
Arief, Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Lembaga Pendiidikan Islam klasik,
Bandung: Percetakan Angkasa, 2005, h. 4
5 A. Mustafa,
Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, Bandung: CV Pustaka Setia, 1999, h. 11
6
http//forum.dudung.net.
7 Zuhairini,
dkk, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta : Bumi Aksara, 1997, h. 2
8 Hasbullah,
Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, Jakarta: PT Raja Garfindo Persada, 1995,
h. 8-9
9 A. Mustafa,
Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, Bandung: CV Pustaka Setia, 1999, h. 14.
10 A. Mustafa,
Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, Bandung: CV Pustaka Setia, 1999, h. 14
11 Enung K
Rukiati,Sejarah Pendidikan Islam di indonesia,Bandung: CV Pustaka Setia, 2006,
h. 14-15.
12 Hasbullah,
Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, Jakarta: PT Raja Garfindo Persada, 1995,
h. 10
13 Departemen
Agama, rekontruksi Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, Jakarta: Departemen
Agama RI, 2005, h. 18
14 A. Mustafa,
Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, Bandung: CV Pustaka Setia, 1999, h. 16.
15 Enung K
Rukiati, Sejarah Pendidikan Islam di indonesia,Bandung: CV Pustaka Setia, 2006,
h. 17.
16 Zuhairini,
dkk, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta : Bumi Aksara, 1997, h. 2
17 Hanun
Asrohah, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta: PT Logos Wacana Ilmu, 2001, h.11.
18 Departemen
Agama, rekontruksi Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, Jakarta: Departemen
Agama RI, 2005, h. 7
19 Departemen
Agama, rekontruksi Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, Jakarta: Departemen
Agama RI, 2005,h. 11
20 Hasbullah,
Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, Jakarta: PT Raja Garfindo Persada, 1995,
h. 11-12
21 Enung K
Rukiati, Sejarah Pendidikan Islam di indonesia,Bandung: CV Pustaka Setia, 2006,
h. 17
22 Zuhairini,
dkk, Sejarah Pendidikan Islam, Jakarta : Bumi Aksara, 1997, h. 5
Tidak ada komentar:
Posting Komentar